Berita Flash News

Wednesday, 20 February 2013

MENPAN RB Azwar Abubakar : Belanja PNS di Indonesia Terlalu Besar

Meulaboh – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Azwar Abubakar mengakui saat ini belanja pegawai untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia terlalu besar. Padahal masih banyak pos anggaran yang bisa dihemat berdasarkan skala prioritas dan penggunaan teknologi.
Hal ini diungkapkan Azwar Abubakar dalam Seminar Nasional Dalam Rangka HUT Ke-41 Korpri dengan tema “Membangun Birokrasi Kelas Dunia yang Berwawasan Kebangsaan” di Kantor Lemhannas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Menurut Azwar, dengan perkembangan teknologi, para PNS bisa menghemat anggaran sekitar 11 persen dalam pengadaan barang secara elektronik. Selain itu, teknologi juga mampu mengefisiensikan waktu dalam pemberian laporan secara elektronik.

Hal yang bisa dihemat lainnya, adalah belanja perjalanan dinas. Menurut Azwar, sekitar 20 persen anggaran bisa dihemat dari pos ini. Selain belanja operasional PNS tersebut, Azwar menyatakan uang yang dikeluarkan untuk gaji dan pensiun PNS juga terlalu besar. Sekarang gaji pokok PNS itu paling rendah Rp 1,2 juta, paling tinggi Rp 4 juta, kalau dinaikkan dampaknya ke pembayaran pensiun, pemerintah tidak mampu. Untuk pensiun, hanya Rp 7 triliun sumbangan dari PNS, padahal pemerintah harus membayarkan Rp 60 triliun, jadi harus ditambah Rp 50 triliun dari negara,” paparnya.

Sementara itu Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Budi Soesilo Supandji mengakui praktik birokrasi di Indonesia masih jauh dari bentuk ideal dan bersyarat. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus korupsi yang melibatkan PNS.Untuk itu, lanjut Budi, perlunya pembenahan mental para birokrat. Pelaku birokrasi Indonesia sudah seharusnya mengubah paradigma lama menjadi mindset, serta mental model yang layak sesuai dengan budaya organisasi.
(Reporter ; Hasanudin)